<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Kabarsehat.Com | Kesehatan Holistik, Alami &amp; Transenden</title>
	<atom:link href="http://kabarsehat.com/comments/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kabarsehat.com</link>
	<description>Kesadaran, Terapi, Energi, Kuantum, Pengobatan, Komplementer</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Mar 2011 03:09:16 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Obsesif Kompulsif::Jika pikiran terperangkap dalam ketidakpastian by Redaksi</title>
		<link>http://kabarsehat.com/obsesif-kompulsif-jika-pikiran-terperangkap-dalam-ketidakpastian.html/comment-page-1#comment-118</link>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 03:09:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kabarsehat.com/?p=406#comment-118</guid>
		<description>Pak Jion &amp; Robin

Dalam tahap ringan atau tahap awal atau  pra OCD seperti yang di alami Pak Jion &amp; Robin dan mungkin malah dapat diambil sisi positifnya. Tapi jika tidak di atasi maka masuk dalam pengalaman OCD yang akan sangat mengganggu seluruh aspek kehidupan. 

OCD diperkirakan dialami oleh 1,7-4% dari penduduk dunia, pria dan wanita memiliki kemungkinan yang sama  dalam OC, akan tetapi dalam masa anak anak, anak laki laki lebih sering terkena OCD.

Melakukan tindakan yang perfect itu bagus , tapi melekat pada tindakan perfect tanpa melihat situasi dan konteks kehidupan tentu bukan sesuatu yang bijak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Jion &#038; Robin</p>
<p>Dalam tahap ringan atau tahap awal atau  pra OCD seperti yang di alami Pak Jion &#038; Robin dan mungkin malah dapat diambil sisi positifnya. Tapi jika tidak di atasi maka masuk dalam pengalaman OCD yang akan sangat mengganggu seluruh aspek kehidupan. </p>
<p>OCD diperkirakan dialami oleh 1,7-4% dari penduduk dunia, pria dan wanita memiliki kemungkinan yang sama  dalam OC, akan tetapi dalam masa anak anak, anak laki laki lebih sering terkena OCD.</p>
<p>Melakukan tindakan yang perfect itu bagus , tapi melekat pada tindakan perfect tanpa melihat situasi dan konteks kehidupan tentu bukan sesuatu yang bijak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Anak-Anak INDIGO by 183Y</title>
		<link>http://kabarsehat.com/anak-anak-indigo.html/comment-page-1#comment-117</link>
		<dc:creator>183Y</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 15:41:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kabarsehat.com/?p=478#comment-117</guid>
		<description>share aja
Jangan khawatir untuk berkomunikasi dengan anak INDIGO bisa menggunakan Bahasa Indonesia,Bahasa Inggris,dll
Bahasa untuk komunikasi antara orang biasa dan anak INDIGO bisa bahasa INDONESIA yang biasa saja (formal atau nonformal) tapi untuk level tertentu biasanya anak INDIGO sudah bisa memahami apa yang akan kita informasikan.
Contoh skema
-Normal X INDIGO = Bisa menggunakan bahasa Formal dan Nonformal,akan tetapi INDIGO biasanya sudah 
 bisa terlebih dahulu memahami apa yg akan diinformasikan kepada mereka.
-INDIGO X Normal =Bisa Formal dan Nonformal akan tetapi kadangkala orang normal susah mencerna 
 beberapa informasi yang disampaikan oleh anak INDIGO.
-INDIGO X INDIGO =di level tertentu komunikasi bisa berbentuk TELEPATI</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>share aja<br />
Jangan khawatir untuk berkomunikasi dengan anak INDIGO bisa menggunakan Bahasa Indonesia,Bahasa Inggris,dll<br />
Bahasa untuk komunikasi antara orang biasa dan anak INDIGO bisa bahasa INDONESIA yang biasa saja (formal atau nonformal) tapi untuk level tertentu biasanya anak INDIGO sudah bisa memahami apa yang akan kita informasikan.<br />
Contoh skema<br />
-Normal X INDIGO = Bisa menggunakan bahasa Formal dan Nonformal,akan tetapi INDIGO biasanya sudah<br />
 bisa terlebih dahulu memahami apa yg akan diinformasikan kepada mereka.<br />
-INDIGO X Normal =Bisa Formal dan Nonformal akan tetapi kadangkala orang normal susah mencerna<br />
 beberapa informasi yang disampaikan oleh anak INDIGO.<br />
-INDIGO X INDIGO =di level tertentu komunikasi bisa berbentuk TELEPATI</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Links by armin</title>
		<link>http://kabarsehat.com/links/comment-page-1#comment-116</link>
		<dc:creator>armin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 07:37:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kabarsehat.com#comment-116</guid>
		<description>Ini website yang bagus sekali, penuh dengan pengetahuan mengenai kesehatan. saya berharap bisa me link dengan website ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini website yang bagus sekali, penuh dengan pengetahuan mengenai kesehatan. saya berharap bisa me link dengan website ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Yayasan Lupus Indonesia ( YLI ) by sirojut tolibin</title>
		<link>http://kabarsehat.com/yayasan-lupus-indonesia-yli.html/comment-page-1#comment-115</link>
		<dc:creator>sirojut tolibin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 15:12:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kabarsehat.com/?p=427#comment-115</guid>
		<description>assalamualaikum
saya tinggal dijember.
adik saya cewek barumur 16 th,dan setahu yang lalu adik saya divonis positif mengidap penyakit Lupus,
sehingga sudah serin kali,,,,,,,,,bahkan puluhan kali kelur masuk rumah sakit....sampai2 kami sekeluarga tidak punya biaya lagi untuk pengobatan adik saya....
dan kondisi adik saya sekarang lumpuh total,,dan hari2 nya cuma bisa menangis dan berbaring di atas ranjang...............
saya mau minta solusi obat yang murah,,,yg bisa kami jangkau harganya,,,,,,,,,,,,,mengingat kami tidak punya apa apa lagi selain rumah untuk tempat tinggal.............
apa nama obatnya?
dan berapa kira2 harganya............?
tolong dijawab secepatnya, mengingat kondisi adik saya makin hari makin menurun........
terima kasih sebelunya 
hormat kami sirojut tolibin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum<br />
saya tinggal dijember.<br />
adik saya cewek barumur 16 th,dan setahu yang lalu adik saya divonis positif mengidap penyakit Lupus,<br />
sehingga sudah serin kali,,,,,,,,,bahkan puluhan kali kelur masuk rumah sakit&#8230;.sampai2 kami sekeluarga tidak punya biaya lagi untuk pengobatan adik saya&#8230;.<br />
dan kondisi adik saya sekarang lumpuh total,,dan hari2 nya cuma bisa menangis dan berbaring di atas ranjang&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
saya mau minta solusi obat yang murah,,,yg bisa kami jangkau harganya,,,,,,,,,,,,,mengingat kami tidak punya apa apa lagi selain rumah untuk tempat tinggal&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
apa nama obatnya?<br />
dan berapa kira2 harganya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;?<br />
tolong dijawab secepatnya, mengingat kondisi adik saya makin hari makin menurun&#8230;&#8230;..<br />
terima kasih sebelunya<br />
hormat kami sirojut tolibin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sirsak Sebagai Obat Alami Penjinak Kanker by Tony boster</title>
		<link>http://kabarsehat.com/sirsak-sebagai-obat-alami-penjinak-kanker.html/comment-page-1#comment-114</link>
		<dc:creator>Tony boster</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2011 08:45:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kabarsehat.com/?p=1001#comment-114</guid>
		<description>Hah, CABAI MERAH bisa mencegah kanker? Oh, pantesan harganya membumbung tinggi....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hah, CABAI MERAH bisa mencegah kanker? Oh, pantesan harganya membumbung tinggi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Indonesia Kaya Tanaman Obat AIDS by Tanaman Obat</title>
		<link>http://kabarsehat.com/indonesia-kaya-tanaman-obat-aids.html/comment-page-1#comment-113</link>
		<dc:creator>Tanaman Obat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 01:35:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kabarsehat.com/?p=727#comment-113</guid>
		<description>Artikel yang bagus.
Memang benar, sudah saatnya kita beralih menggunakan tanaman obat. Selain lebih sehat dan aman, dengan menggunakan obat tradisional berarti juga turut melestarikan warisan leluhur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel yang bagus.<br />
Memang benar, sudah saatnya kita beralih menggunakan tanaman obat. Selain lebih sehat dan aman, dengan menggunakan obat tradisional berarti juga turut melestarikan warisan leluhur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menu Agar Jantung Tetap Sehat by Goodgrade</title>
		<link>http://kabarsehat.com/menu-agar-jantung-tetap-sehat.html/comment-page-1#comment-111</link>
		<dc:creator>Goodgrade</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 12:41:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kabarsehat.com/?p=112#comment-111</guid>
		<description>Perkenankan aku menambahi tentang Suku Inuit di Kutub Utara. Mereka hidupnya makan ikan, ya benar. Lemak binatang lain yang disebut Karibau, mirip kijang. Kadang lemak binantang ini di buat busuk dan mereka makan mentah. Bahkan beberapa tulisan mengatakan mereka hidup hampir secara karnivora, tak pernah makan karbohidrat. Kesehatan mereka prima. Benar prima. Mereka tak punya sakit jantung walaupun makan lemak binatang terus terusan. Tak ada diabetes diantara mereka. Juga tak diketemukan sakit kanker diantara mereka. Namun angka kanker semakin naik sesuai dengan sentuhan mereka dengan kebudayaan barat yang berdiet tinggi gula. Semakin banyak sentuhan mereka dengan kebudayaan barat, semakin tinggi penyakit kanker mereka. 
Apakah karena mereka hidup ditempat yang ekstrim dingin ? Ada suku lain yang hidup di Sahara. Mereka adalah suku Masai. Mereka makan daging, susu, darah segar. Carnivorous kata tulisan itu. Mereka ramping, lebih tinggi daripada suku-suku tetangga yang menetap dan bertani. Hebatnya gigi mereka lebih putih daripada gigi kita. Padahal tak pernah bersikat.Mereka tak mengenal keropok gigi seperti suku Inuit.
Tentang makan santan. Ada suku Tokelau di atol yang terpisah dekat dengan New Zaeland. Asupan lemak jenuh mereka 56% dari total kebutuhan kalori harian. Ingat literatur modern menganjurkan hanya 7 persen lemak jenuh.Mereka mengasup kelapa. Mereka sehat. Tak ada penyakit jantung. Tak ada diabetes. Mereka mulai &quot;tertular&quot; penyakit ini setelah pindah ke New Zaeland. Suku Tokelau yang pindah ke New Zaeland mulai terkena penyakit jantung, diabetes, asam urat. Sementara yang tinggal di pulau tetap sehat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perkenankan aku menambahi tentang Suku Inuit di Kutub Utara. Mereka hidupnya makan ikan, ya benar. Lemak binatang lain yang disebut Karibau, mirip kijang. Kadang lemak binantang ini di buat busuk dan mereka makan mentah. Bahkan beberapa tulisan mengatakan mereka hidup hampir secara karnivora, tak pernah makan karbohidrat. Kesehatan mereka prima. Benar prima. Mereka tak punya sakit jantung walaupun makan lemak binatang terus terusan. Tak ada diabetes diantara mereka. Juga tak diketemukan sakit kanker diantara mereka. Namun angka kanker semakin naik sesuai dengan sentuhan mereka dengan kebudayaan barat yang berdiet tinggi gula. Semakin banyak sentuhan mereka dengan kebudayaan barat, semakin tinggi penyakit kanker mereka.<br />
Apakah karena mereka hidup ditempat yang ekstrim dingin ? Ada suku lain yang hidup di Sahara. Mereka adalah suku Masai. Mereka makan daging, susu, darah segar. Carnivorous kata tulisan itu. Mereka ramping, lebih tinggi daripada suku-suku tetangga yang menetap dan bertani. Hebatnya gigi mereka lebih putih daripada gigi kita. Padahal tak pernah bersikat.Mereka tak mengenal keropok gigi seperti suku Inuit.<br />
Tentang makan santan. Ada suku Tokelau di atol yang terpisah dekat dengan New Zaeland. Asupan lemak jenuh mereka 56% dari total kebutuhan kalori harian. Ingat literatur modern menganjurkan hanya 7 persen lemak jenuh.Mereka mengasup kelapa. Mereka sehat. Tak ada penyakit jantung. Tak ada diabetes. Mereka mulai &#8220;tertular&#8221; penyakit ini setelah pindah ke New Zaeland. Suku Tokelau yang pindah ke New Zaeland mulai terkena penyakit jantung, diabetes, asam urat. Sementara yang tinggal di pulau tetap sehat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Obsesif Kompulsif::Jika pikiran terperangkap dalam ketidakpastian by Ann</title>
		<link>http://kabarsehat.com/obsesif-kompulsif-jika-pikiran-terperangkap-dalam-ketidakpastian.html/comment-page-1#comment-110</link>
		<dc:creator>Ann</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 17:37:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kabarsehat.com/?p=406#comment-110</guid>
		<description>Saya tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa saya adalah seorang penderita OCD dan hingga saat ini pun saya masih tidak yakin apakah saya benar-benar mempunyai OCD.. Hal ini bermula ketika saya mulai bekerja setelah lulus kuliah pada tahun 2009. Saat itu saya masih dalam masa percobaan dan belum diterima sepenuhnya di tempat saya bekerja, dan pada saat itu kebetulan saya mempunyai rekan senior yang merupakan lulusan psikologi. Saya senang mengerjakan segala sesuatunya secara teratur, saya kira itu adalah hal yang biasa saja. Dimulai dari lemari pakaian saya, saya ingin segalanya teratur bahkan dalam penyusunan pakaian pun biasanya saya lakukan berdasarkan warna. Alasan saya sangat simpel yaitu agar saya dapat lebih mudah menemukan apa yang saya cari. Di meja rias saya, saya biasanya menyusun barang-barang sesuai dengan tinggi begitu pula dengan buku. Hobi saya adalah membaca buku maka tidaklah mengherankan jika koleksi buku saya berjumlah ratusan, dimulai dari buku komik hingga novel. Di dalam penyusunannya, saya menyusun buku tersebut sesuai dengan urutannya, dan bahkan saya mengurutkannya berdasarkan abjad awal judul buku tersebut. Lagi-lagi alasan saya adalah untuk mempermudah saya dalam mencari buku yang inginkan. Teman-teman saya semasa sekolah melihat saya sebagai sosok wanita yang sangat wanita kerena selalu memperhatikan segala sesuatunya bahkan selalu membawa peralatan seperti tissue, wet tissue, band aid, obat-obatan, dan hand sanitizer. Sedangkan dalam mengerjakan tugas, saya dikenal perfectionist bahkan salah satu teman saya pernah mengatakan bahwa sifat perfectionist saya itu baik namun terkadang bisa menjadi masalah bagi diri saya sendiri karena saya akan menekan diri saya sendiri untuk bisa memberikan yang terbaik. Semasa kuliah, banyak sekali tugas yang diberikan oleh dosen saya untuk saya kerjakan di rumah. Dan saat mengerjakan itu, yang saya butuhkan adalah situasi yang tenang. Jika saya panik, maka apapun itu akan mengganggu saya bahkan bunyi sekecil apapun seperti bunyi jam pun akan mengganggu saya. Saya akan merasa khawatir, tegang dan apa yang ada dipikiran saya tidak akan bisa saya keluarkan sehingga yang akan saya lakukan adalah memukul kepala saya sendiri atau mencabuti rambut saya, namun bukan sembarang rambut karena rambut yang saya cabut adalah rambut kepala yang keriting yang menurut Ibu saya itu adalah rambut yang membuat kepala kita pusing. Saya melihat dan menanggapi hal itu biasa saja karena yah menurut saya itu normal-normal saja. Hingga suatu hari ketika saya sedang menyusun sesuatu berdasarkan warna di tempat kerja, senior saya berkata kepada saya bahwa saya adalah penderita Obsesi Kompulsif. Namun hal itu tidak saya ambil pusing, hingga suatu saat ketika saya sedang memainkan rambut saya, partner saya tiba-tiba menegur saya dan memegang tangan saya. Ia bilang ia ingin saya menghentikan kebiasaan saya itu karena itu tidak baik bagi saya karena hal itu akan membuat saya kehilangan rambut saya. Dia bilang itu adalah gejala seseorang yang mengalami stress, namun saya menanggapinya dengan bercanda. Saya bilang saya tidak begitu, saya memainkan rambut saya karena saya hanya ingin mencari rambut pusing saja. Namun teman saya bersih keras supaya saya menghentikan kebiasaan saya itu. Kini setiap saya memegang dan memainkan rambut saya, partner kerja saya akan dengan tegas memanggil nama saya untuk mengingatkan saya.
Saya adalah anak bungsu dari 5 bersaudara, dan tidak bisa saya pungkiri bahwa kedua orangtua saya terkadang membandingkan saya dengan saudara-saudara saya yang lainnya. Saya menyadari inilah yang membuat saya menjadi perfectionist karena saya ingin menampilkan yang terbaik dari diri saya kepada orangtua saya, namun saya tidak tahu bahwa hal itu ternyata telah membawa saya kedalam sebuah kesimpulan seorang lulusan psikologi bahwa saya menderita OCD.
Apakah benar saya adalah pendirita OCD? Hingga saat ini pun saya belum merasa pasti akan hal itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa saya adalah seorang penderita OCD dan hingga saat ini pun saya masih tidak yakin apakah saya benar-benar mempunyai OCD.. Hal ini bermula ketika saya mulai bekerja setelah lulus kuliah pada tahun 2009. Saat itu saya masih dalam masa percobaan dan belum diterima sepenuhnya di tempat saya bekerja, dan pada saat itu kebetulan saya mempunyai rekan senior yang merupakan lulusan psikologi. Saya senang mengerjakan segala sesuatunya secara teratur, saya kira itu adalah hal yang biasa saja. Dimulai dari lemari pakaian saya, saya ingin segalanya teratur bahkan dalam penyusunan pakaian pun biasanya saya lakukan berdasarkan warna. Alasan saya sangat simpel yaitu agar saya dapat lebih mudah menemukan apa yang saya cari. Di meja rias saya, saya biasanya menyusun barang-barang sesuai dengan tinggi begitu pula dengan buku. Hobi saya adalah membaca buku maka tidaklah mengherankan jika koleksi buku saya berjumlah ratusan, dimulai dari buku komik hingga novel. Di dalam penyusunannya, saya menyusun buku tersebut sesuai dengan urutannya, dan bahkan saya mengurutkannya berdasarkan abjad awal judul buku tersebut. Lagi-lagi alasan saya adalah untuk mempermudah saya dalam mencari buku yang inginkan. Teman-teman saya semasa sekolah melihat saya sebagai sosok wanita yang sangat wanita kerena selalu memperhatikan segala sesuatunya bahkan selalu membawa peralatan seperti tissue, wet tissue, band aid, obat-obatan, dan hand sanitizer. Sedangkan dalam mengerjakan tugas, saya dikenal perfectionist bahkan salah satu teman saya pernah mengatakan bahwa sifat perfectionist saya itu baik namun terkadang bisa menjadi masalah bagi diri saya sendiri karena saya akan menekan diri saya sendiri untuk bisa memberikan yang terbaik. Semasa kuliah, banyak sekali tugas yang diberikan oleh dosen saya untuk saya kerjakan di rumah. Dan saat mengerjakan itu, yang saya butuhkan adalah situasi yang tenang. Jika saya panik, maka apapun itu akan mengganggu saya bahkan bunyi sekecil apapun seperti bunyi jam pun akan mengganggu saya. Saya akan merasa khawatir, tegang dan apa yang ada dipikiran saya tidak akan bisa saya keluarkan sehingga yang akan saya lakukan adalah memukul kepala saya sendiri atau mencabuti rambut saya, namun bukan sembarang rambut karena rambut yang saya cabut adalah rambut kepala yang keriting yang menurut Ibu saya itu adalah rambut yang membuat kepala kita pusing. Saya melihat dan menanggapi hal itu biasa saja karena yah menurut saya itu normal-normal saja. Hingga suatu hari ketika saya sedang menyusun sesuatu berdasarkan warna di tempat kerja, senior saya berkata kepada saya bahwa saya adalah penderita Obsesi Kompulsif. Namun hal itu tidak saya ambil pusing, hingga suatu saat ketika saya sedang memainkan rambut saya, partner saya tiba-tiba menegur saya dan memegang tangan saya. Ia bilang ia ingin saya menghentikan kebiasaan saya itu karena itu tidak baik bagi saya karena hal itu akan membuat saya kehilangan rambut saya. Dia bilang itu adalah gejala seseorang yang mengalami stress, namun saya menanggapinya dengan bercanda. Saya bilang saya tidak begitu, saya memainkan rambut saya karena saya hanya ingin mencari rambut pusing saja. Namun teman saya bersih keras supaya saya menghentikan kebiasaan saya itu. Kini setiap saya memegang dan memainkan rambut saya, partner kerja saya akan dengan tegas memanggil nama saya untuk mengingatkan saya.<br />
Saya adalah anak bungsu dari 5 bersaudara, dan tidak bisa saya pungkiri bahwa kedua orangtua saya terkadang membandingkan saya dengan saudara-saudara saya yang lainnya. Saya menyadari inilah yang membuat saya menjadi perfectionist karena saya ingin menampilkan yang terbaik dari diri saya kepada orangtua saya, namun saya tidak tahu bahwa hal itu ternyata telah membawa saya kedalam sebuah kesimpulan seorang lulusan psikologi bahwa saya menderita OCD.<br />
Apakah benar saya adalah pendirita OCD? Hingga saat ini pun saya belum merasa pasti akan hal itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Anak-Anak INDIGO by wowo</title>
		<link>http://kabarsehat.com/anak-anak-indigo.html/comment-page-1#comment-104</link>
		<dc:creator>wowo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 04:18:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kabarsehat.com/?p=478#comment-104</guid>
		<description>artikel ini sangat membantu
saya mau nanya bahasa indonesia yang bagaimana yang di gunakan anak indigo??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikel ini sangat membantu<br />
saya mau nanya bahasa indonesia yang bagaimana yang di gunakan anak indigo??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Indonesia Kaya Tanaman Obat AIDS by Obat AIDS</title>
		<link>http://kabarsehat.com/indonesia-kaya-tanaman-obat-aids.html/comment-page-1#comment-103</link>
		<dc:creator>Obat AIDS</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2010 02:19:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kabarsehat.com/?p=727#comment-103</guid>
		<description>buat temen2 yang mengalami kendala AIDS dan tetap berusaha untuk sembuh, silahkan kunjungi&gt;&gt;  &lt;a href=&quot;http://trica-jus.tk/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;b&gt;Obat AIDS&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Terdapat juga testimoni dari para konsumen.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>buat temen2 yang mengalami kendala AIDS dan tetap berusaha untuk sembuh, silahkan kunjungi&gt;&gt;  <a href="http://trica-jus.tk/" rel="nofollow"><b>Obat AIDS</b></a>. Terdapat juga testimoni dari para konsumen.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

