Kesehatan Tubuh

9 Cara Agar Jantung Sehat

9 Cara Agar Jantung Sehat | Kabarsehat.com9 Cara agar jantung sehat. Untuk menjaga agar jantung Anda tetap sehat adalah mencari makanan yang menyehatkan jantung dan menghindari makanan yang memicu kerusakan fungsi jantung. Kuncinya adalah  pilihan makanan yang tepat

Pada umumnya manusia lahir dengan jantung yang normal. Hanya sebagian kecil yang memiliki jantung abnormal. Kebiasaan berolah raga secara rutin sejak kecil membuat jantung menjadi lebih sehat karena memiliki otot-otot jantung yang lebih kuat. Sehingga sekali memompa akan mengalirkan darah lebih banyak di banding yang kurang berlatih(berolahraga).

Selain faktor otot jantung yang kuat karena olahraga maka sejumlah mineral adalah vital bagi jantung. Kalium(potassium), kalisum(calsium), zinc, copper, chromium, magnesium, manganese, selenium, vanadium dan vitamin A. Idealnya mineral ini pada kondisi tidak kekurangan tapi juga tidak berlebih.

Untuk menjaga agar fungsi jantung sehat maka kita juga harus memperhatikan soal makanan. Inilah beberapa tips yang menyangkut menu makanan untuk menjaga agar jantung tetap sehat.

1. Sebagai alternatif minyak kelapa adalah minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang, minyak biji kapas.

2. Hindari lemak hewan, seperti lemak sapi, kambing, sbg nya.

3. Batasi makanan sumber kolesterol, yakni dengan membatasi  makan daging hingga tiga sampai 4 kali dalam seminggu, dan tiap hari tak lebih dari 100 gr.

4. Batasi makan kuning telur empat sampai lima butir seminggu.

5. Hindari makan jeroan seeprti otak, hati,usus,ginjal dan babat.

6. Hindari kue-kue yang dibuat dari susu, kuning telur, dan mentega.

7. Makan lebih banyak ikan dan ayam sebagai pengganti daging.

8. Makan banyak sayuran dan buah-buahan yang mengandung serat.

9.Cara pengolahan makanan yang baik untuk penderita jantung adalah, di kukus (pepes dan tim), di panggang asal jangan terlalu gosong, di bakar, di tumis dan di rebus.

Makan Ikan Mengurangi Resiko Mati Mendadak

Riset sekitar tahun 1980 menemukan penduduk asli Greenland, kendati banyak mengonsumsi menu berlemak, kematian disebabkan jantung koroner hanya sedikit. Ternyata mereka banyak mengonsumsi ikan. Ikan mengandung lemak tak jenuh ganda Ome3.  Kemudian diketahui jenis lemak ini adalah pelindung jantung.

Pikiran dan Kesehatan Tubuh

Pikiran mempengaruhi tubuh sehingga pikiran juga mampu mempengaruhi kesehatan tubuh. Sayangilah Jantung Anda agar dia tetap sehat dan berfungsi optimal. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan meditasi. Dengan meditasi kesehatan yang fokus pada kesehatan tubuh anda terutama jantung.

Tips Relaksasi Reza Gunawan untuk Kesehatan Jantung

Menurut Reza Gunawan: “fungsi jantung sangat dipengaruhi oleh emosi dan pembawaan sehari-hari. Seseorang akan lebih rentan terkena serangan jantung jika sering berbohong, tidahttps://kabarsehat.com/reza-gunawan-belajar-bernafas-belajar-hening-belajar-hidup-dan-kenali-diri-anda-yang-sejati.html/k tulus dan berpura-pura. Segala bentuk sikap yang sifatnya berlebihan, dibuat-buat dan tidak natural adalah faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung,”

Terlalu ambisius dan memaksakan diri, menurut Reza juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung karena biasanya sikap seperti itu juga dibuat-buat. Sayangnya, hampir semua orang yang hidup di perkotaan cenderung memiliki sikap-sikap berlebihan seperti itu.

Untuk mengatasinya, biasanya orang-orang akan sangat terbantu oleh berbagai teknik relaksasi dan meditasi. Namun terkadang hal itu tidak mudah dilakukan, karena ritme hidup yang serba sibuk membuat orang-orang kota tidak punya waktu untuk bisa melakukannya dengan benar.

Karena itu Reza menyarankan sebelum orang belajar melakukan meditasi, terlebih dahulu harus mempelajari 2 teknik yang lebih mudah yakni teknik berhenti dan teknik relaksasi. Secara rinci, 2 teknik yang dia sebut sebagai meditasi mini tersebut bisa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Teknik berhenti
Buat pengingat di ponsel supaya alarm berbunyi pada waktu-waktu tertentu. Ketika alarm berbunyi, hentikan aktivitas apapun yang sedang dilakukan lalu pejamkan mata. Pertama-tama rasakan posisi tubuh saat itu, mulai dari kepala hingga ujung kaki. Selanjutnya, rasakan hembusan napas di hidung dan kembang kempisnya perut atau dada saat bernapas.

“Teknik ini akan melatih kita untuk merasakan sini-kini atau here and now. Jika biasanya dibayangi ingatan masa lalu dan ketakutan akan masa mendatang, napas yang kita rasakan di sini adalah napas saat ini, bukan napas kemarin atau yang akan datang,” terang Reza.

2. Teknik relaksasi
Jika sudah mahir berhenti dan melepaskan diri dari gulungan ritme hidup yang seba terburu-buru, selanjutnya adalah melakukan relaksasi. Caranya adalah dengan menerapkan teknik 4-7-8 dalam kondisi mata terpejam, dimulai dengan menarik napas dalam 4 hitungan, menahannya selama 7 hitungan dan melepaskannya perlahan dengan mulut terbuka penuh selama 8 hitungan.

“Jika merasa tidak punya cukup waktu, jangan langsung belajar meditasi. Lakukan saja meditasi mini dengan 2 teknik tersebut, maka sikap dan pikiran akan lebih rileks dan tentunya jantung menjadi lebih sehat,” pesan Reza.

Tags
Show More

Related Articles

4 Comments

  1. “Ganti minyak kelapa dengan minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang, minyak biji kapas, dan minyak lain yan tergolong non lemak.”

    Pernyataan yang saya copy-paste itu -mohon maaf- sependek pengetahuan saya, menyesatkan. Sebagai minyak masak (yang harus dipanaskan), minyak kelapa merupakan lemak jenuh yang justru paling stabil ketika dipanaskan dibanding minyak jagung dkk tersebut. Sebaliknya, minyak jagung dkk. merupakan lemak kurang jenuh, yang jika dipanaskan justru lebih mudah rusak dan berubah menjadi lemak trans yang bersifat hiperlipidemik (menaikkan kadar lemak darah, khususnya lemak trans – yang justru meningkatkan risiko penyakit jantung). Namun, jika kita mengonsumsi minyak-minyak tsb sebagai minyak salad (dimakan mentah, tanpa harus dipanaskan dulu), lemak kurang jenuh seperti minyak jagung dkk, lebih unggul.

    Pernyataan ” … dan minyak lain yang tergolong non lemak” ini tidak jelas pengertiannya. Maksudnya apa? Istilah “minyak” dan “lemak” itu konsensus ilmiah guna membedakan antara lemak hewani (lemak) dan lemak nabati (minyak). Baik lemak maupun minyak, keduanya sama-sama merupakan (ikatan/molekul) lemak. Jadi, minyak non lemak itu yang mana?

    Mohon maaf jika kurang berkenan.

    Terima kasih dan banyak salam:
    WH

  2. “Batasi makanan yang terbuat dari kelapa, santan, adan marharine.”

    Pernyataan yang saya copy-paste di atas boleh jadi sudah (maaf) jadul. Hasil riset mutakhir terus berkembang. Memang santan yang dimasak berlebihan seperti gulai dan margarin dapat meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung, karena dapat mempersempit aliran darah. Tapi tidak demikian dengan santan segar.

    Kesimpulan hasil riset mutakhir menyebutkan, lemak dalam santan segar bersifat menyehatkan jantung. Santan segar adalah santan berasal dari kelapa parut yang diperas dengan air masak dan setelah itu tidak dimasak lagi (langsung dikonsumsi). Misalnya untuk campuran cendol, dan juga kolak (santan segar dicampurkan setelah kolak hangat). Di dalam santan segar ini terdapat senyawa bersifat hipolipidemik (menurunkan kadar lemak jahat), namanya asam laurat – yang hanya terdapat dalam ASI.

    Mohon maaf jika kurang berkenan.

    Terima kasih dan banyak salam:
    WH

  3. Terimakasih mas Wied. Nanti kami akan menggunakan beberapa referensi agar informasi yang ditampilkan adalah riset terbaru dan updated.

    Soal santan kelapa saya sepakat. Riset terbaru ternyata banyak megubah pandangan riset sebelumnya.
    Kadangkala memang pengetahuan juga tidak bebas nilai.

    Terimakasih

  4. Perkenankan aku menambahi tentang Suku Inuit di Kutub Utara. Mereka hidupnya makan ikan, ya benar. Lemak binatang lain yang disebut Karibau, mirip kijang. Kadang lemak binantang ini di buat busuk dan mereka makan mentah. Bahkan beberapa tulisan mengatakan mereka hidup hampir secara karnivora, tak pernah makan karbohidrat. Kesehatan mereka prima. Benar prima. Mereka tak punya sakit jantung walaupun makan lemak binatang terus terusan. Tak ada diabetes diantara mereka. Juga tak diketemukan sakit kanker diantara mereka. Namun angka kanker semakin naik sesuai dengan sentuhan mereka dengan kebudayaan barat yang berdiet tinggi gula. Semakin banyak sentuhan mereka dengan kebudayaan barat, semakin tinggi penyakit kanker mereka.
    Apakah karena mereka hidup ditempat yang ekstrim dingin ? Ada suku lain yang hidup di Sahara. Mereka adalah suku Masai. Mereka makan daging, susu, darah segar. Carnivorous kata tulisan itu. Mereka ramping, lebih tinggi daripada suku-suku tetangga yang menetap dan bertani. Hebatnya gigi mereka lebih putih daripada gigi kita. Padahal tak pernah bersikat.Mereka tak mengenal keropok gigi seperti suku Inuit.
    Tentang makan santan. Ada suku Tokelau di atol yang terpisah dekat dengan New Zaeland. Asupan lemak jenuh mereka 56% dari total kebutuhan kalori harian. Ingat literatur modern menganjurkan hanya 7 persen lemak jenuh.Mereka mengasup kelapa. Mereka sehat. Tak ada penyakit jantung. Tak ada diabetes. Mereka mulai “tertular” penyakit ini setelah pindah ke New Zaeland. Suku Tokelau yang pindah ke New Zaeland mulai terkena penyakit jantung, diabetes, asam urat. Sementara yang tinggal di pulau tetap sehat.

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker