Angela Mayasari Kardjito : Asma Juga Terkait Dengan Kestabilan Emosi

Angela Mayasari Kardjito lahir di Surabaya 23 September 1972 di Surabaya. Putri satu-satunya dari 3 bersaudara ini adalah alumni fakultas kedokteran dari Universitas Airlangga, Surabaya. Saat ini mengambil pendidikan profesi Ilmu Penyakit Paru-paru dan pernafasan, mengikuti jejak ayahnya, seorang ahli paru-paru.

Dokter Mae demikian nama panggilannya saat ini sedang melakukan riset tentang alergi dan asma. Bagi dokter Mae soal alergi dan asma bukanlah sesuatu yang aneh, selain mengalami sendiri , ayahnya juga seorang yang ahli dalam bidang Immunologi Allergi dan Asma. Dokter Mae rajin melakukan meditasi  sejak 10 tahun terakhir ini.  Asma menurutnya juga terkait dengan kestabilan emosi dan meditasi  yang teratur membantu menjaga kestabilan emosi ini.  Saat ini dokter Mae membuka praktek di sebuah klinik yang menangani alergi dan asma di Surabaya.

Berikut ini wawancara Kabarsehat.Com dengan dokter Angela Mayasari Kardjito tentang alergi dan asma.

Saat ini Anda sedang melakukan riset terkait dengan alergi dan asma. Bagaimana perkembangan riset Anda?

Sebenarnya itu bukan riset besar dan bagus. Saya melakukan itu sebagai tugas akhir pendidikan profesi yang sedang saya jalani  dan merupakan suatu penelitian yg deskriptif sifatnya yang mengacu pada study AIRA.

Apa sich yang di maksud dengan alergi itu? Apakah alergi muncul dari usia kanak-kanak atau dapat muncul setelah dewasa.

 

Banyak konsep tentang alergi. Pada prinsipnya alergi adalah suatu mekanisme imun system dari host(pejamu) adanya reaksi antigen-antibody yang muncul oleh karena adanya suatu bahan alergen sebagai pemicu.  Reaksi alergi tersebut bisa muncul secara lokal atau sistemik. Muncul pada usia kanak karena adanya faktor atopi (riwayat keluarga) dan juga bisa muncul saat dewasa, dan semua ini terkait adanya reaksi imun system .

Apakah alergi dapat disembuhkan? Bagaimana penjelasannya?

Alergi sendiri merupakan suatu mekanisme yg muncul terkait adanya pemicu. Jadi jika tidak ada bahan alergen atau agen yg berfungsi sebaga trigger, maka reaksi itu tidak akan muncul, sehingga jika alergi itu dikatakan bisa sembuh atau tidak,  tergantung adanya bahan alergen atau agen yg bisa berfungsi sebagai pemicu tersebut.

Mengapa penderita asma biasanya juga mengalami alergi?

Asma biasanya dihubungkan dg adanya riwayat alergi atau atopi pada keluarga dan dapat muncul oleh karena beberapa faktor resiko, antara lain:

a) Genetik: sudah diterima secara umum bahwa ada kontribusi herediter pada etiologi(faktor penyebab) asma dan tidak dapat diklasifikasikan secara sederhana, namun dari studi dan penelitian tentang genetik, ditemukan multiple khromosomal region yg berisi gen-gen yang telah memberikan kontribusi asma. Kadar Ig E yg tinggi ada hubungan dengan kromoson 5q,11q dan 12q. Secara klinis terdapat hubungan kuat antara peningkatan Ig E dg hiperresponsif saluran napas dan bukti terbaru menunjukkan co inheritance dari gen untuk atopy(alergy) dg Airway hiperreaktif pada kromosom yg sama.
b) Gender dan Ras: asma pada anak laki-laki lebih sering dari pada wanita, tetapi pada saat dewasa lebih banyak  wanita dari pada laki-laki.
c) Lingkungan: alergi dan occupational factor dari beberapa study epidemiology telah menunjukkan korelasi antara paparan alergen dan prevalensi asma dan terjadi perbaikan bila paparan alergen menurun.
d) Polusi udara: 2 polutan outdoor yg penting: 1. industrial smog (sulfur dioxide, particular complex) 2. Photochemical smog(ozon dan NO)
e) faktor-faktor lain:darisejumlah studi epidemiology dapat ditemukan asosiasi antara resiko terjadinya asma dengan  atopy.

Selama ini Anda aktif sebagai dokter yang menangani pasien Alergi dan Asma , bagaimana proses penyembuhan dari pasien-pasien Anda?

Sebenarnya proses penyembuhan dari penderita itu semua tergantung dari penderita itu sendiri, kami sebagai praktisi klinis hanya membantu untuk memberikan terapi dan nasehat-nasehat yang berhubungan dengan asma itu sendiri.

Proses perbaikan dari penderita biasanya berlangsung bersamaan dengan waktu dimana penderita belajar dalam mengenal dirinya dan kestabilan emosinya.

Ketika ada sebuah obat yang mengklaim dapat menyembuhkan alergi ataupun asma, bagaimana prosesnya sehingga mampu menyembuhkan? Karena sebuah obat kadang hanya menghilangkan gejalanya tapi tidak menyembuhkan sumbernya.

Asma adalah suatu sindroma dari obstruksi jalan napas (besar dan tengah) yang disebabkan karena adanya odema(bengkak) pada dinding saluran napas, kekakuan saluran napas dan keradangan pada dinding saluran napas.  Sehingg obat-obat  yang berhubungan dengan asma pasti mempunya efek anti pada penyebab asma tsb. Yang pasti memang efek terapinya jelas akan menghilangkan gejala saja karena asma itu bukan penyakit melainkan sindroma(=kumpulan gejala) sedangkan alergi itu intinya menghindari faktor pencetus saat kondisi tubuh kurang fit.

Masih terkait dengan obat alergi dan asma. Apakah terdapat efek sampingan dari obat-obat tersebut yang perlu diketahui oleh para penggunanya? Apakah ada obat-obat yang mampu menyembuhkan alergi dan asma berbasis herbal sehingga tidak ada efek sampingnya?

Terapi asma prinsipnya ada 2, sebagai reliver dan controler.

Sebagai reliver adalah bronkodilator (pembuka jalan napas) yang mempunyai efek samping; gemetar(tremor), palpitasi(berdebar-debar)dan takikardi(peningkatan denyut jantung dan nadi), gangguan irama jantung (aritmia), sedikit peningkatan kadar gula darah,penurunan kalium (hipokalemia) dan penurunan magnesium darah.

Sedangkan steroid sebagai controler disini adalah anti radang (antiinfalamasi) dengan efek samping osteoporosis, myopati(gangguan otot jantung), katarak, hambatan pertumbuhan, insufisiensi kelenjar adrenal, peningkatan BB, peningkatan napsu makan, moon face, obesitas, peptic ulcer, hipertensi, aterosklerosis.

Untuk terapi herbal yang ada beberapa buku atau refrensi antara lain; Ma-huang= obat tradisional China dengan zat aktif yg terkandung adalah efedrine, daun teh, black tea dan kopi komponen didalamnya metilxantin (caffein) efek samping pada jantung dan neurolgi.

Licorice sebagai  anti inflamasi.  Ayurvedic datura plants sebagai anti kekakuan saluran napas dengan  zat aktifnya atropin. Coleus forskohlii plants sebagai  bronkodilator(pembuka sal napas) dengan zat aktif beta simpatomimetik.

Saya memiliki beberapa teman yang memiliki persoalan alergi dan asma. Mereka kalau ada debu sedikit saja atau AC kotor pasti alerginya kambuh. Yang satu berlatih meditasi, yoga dan pernah mencoba ayurveda, sudah jarang kambuh. Yang satunya lagi pernah berlatih yoga , tahu meditasi tapi jarang mempraktekannya. Yang kedua ini kadang kambuh walau semakin berkurang.

Asma dan alergi sangat terkait satu sama lain. Pada umumnya asma akan kambuh jika ada pencetus dan pencetus itu bisa berupa alergen atau bahan-bahan iritan pada saluran napas.

Asma jg terkait dengan adanya kestabilan emosi karena itu akan berpengaruh pada kestabilan sel imun tubuh yang dikenal dg T lymfosit sel dan T lymfosit itu dikenal dg nama T-helper atau Th.  Sel memory itu terkait dengan sel imun yg telah mengenali atau berubah setelah mengenali dan berfungsi sesuai karakter dari sel tersebut terkait usia manusia itu.

Saat usia muda atau kanak-kanak sel imun yangg disebut T lymfosit itu masih naif atau masih lugu yang sering disebut Th naif atau Th0 dan itu akan berubah sesuai memory yg terbentuk pada saat manusia itu berkembang menjadi dewasa. Artinya sel tubuh itu jg ikut tumbuh mengikuti perubahan karakter sehingga berubah menjadi sel Th1 atau sel Th2.

Pada asma dan alergi sering perubahan sel imun atau memory itu berubah menjadi Th2. Inilah yang harus diwaspadai pada penderita asma dan alergi.  Pada umumnya penderita alergi dan asma itu memiliki karakter  keras dan emosional serta perfeksionis dan tidak sabar, meski tampak diam atau tak benyak bicara,.

Meditasi itu dapat mengurangi atau bahkan menyembuhkan asma dan alergi seseorang itu karena meditasi mampu membuat adanya keseimbangan antara sel Th1 dan Th2 sehingga Th0(Th naif) tidak banyak berubah atau bergeser ke Th2. Latihan meredam emosi dan melatih kesabaran sangatlah penting sekali dan itu juga terkait dengan pengeluaran kelenjar yang ada diatas ginjal yang mengeluarkan cortisol dan adrenergik faktor  yang terkait dengan fungsi inflamasi dan relaksasi dari otot polos terutama pada saluran napas.

Makanya selain terapi medikamentosa (obat-obatan) saya biasanya memberikan nasehat dan pengarahan bagaimana supaya asma dan alergy itu tidak sering kambuh yaitu dengan meredam trigger-trigger yang dapat memicu munculnya serangan tadi.

Doa dan latihan mengenal diri sendiri sangatlah penting bagi yang mengalami syndroma ini. Inilah yang nantinya akan menuju selft healing yang menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara body, mind, soul dan spirit.

Menurut Anda, asma kambuh karena ada pencetusnya atau alergen, lalu asma terkait dengan emosi. Jika demikian apakah ada keterkaitan antara alergi & asma dengan trauma?

Jika trauma yang dimaksud adalah trauma psychologis, maka akan terkait dengan emosi, maka mekanisme yg akan terjadi biasanya hiperventilasi yg sering dihubungkan dengan sesak, dan hiperventilasi tersebut akan mempengaruhi kendali pernapasan sehingga terjadi sesak yang menyerupai asma, jika penderita mempunyai riwayat asma maka dapat menjadi pemicu untuk terjadi serangan(asma).

Apa saran dokter Mae untuk penanganan yang efektik dalam pencegahan dan penyembuhan masalah alergi dan asma? Apakah harus terintegrasi antara penyembuhan medis yang berorientasi tubuh  dengan penyembuhan emosi atau terapi pikiran dengan psikolog?

Penanganan yang efektif untuk pencegahan dan penyembuhan masalah-masalah yang terkait dengan asma dan alergi, yang penting mengatasi penyebab asma tersebut dengan kontrol rutin pada dokter. Terapi ditaati dengan baik sesuai dengan pemeriksaan alergi yang sudah ditegakkan dan mengikuti nasehat-nasehat yang diberikan oleh dokter. Lalu  eliminasi faktor-faktur  pemicu serta latihan sabar dalam konteks mengenal diri baik kekurangan maupun kelebihan masing-masing individu .

Masih adakah hal-hal yang ingin di katakan tentang dunia penyembuhan secara medis, penyembuhan holistik, selft healing atau soal penyembuhan alergi dan asma.

Prinsipnya, belajar mengenal diri sendiri bagi siapapun yang merasa dirinya manusia yg hidup dan beradab. maka proses penyembuhan holistik, self healing dan proses-proses yang lain akan menyebabkan sel-sel tubuh kita kembali normal sesuai dengan fungsi asal saat manusia itu diciptakan, karena sebenarnya obat-obat itu sudah ada pada diri kita sendiri.

 

5 thoughts on “Angela Mayasari Kardjito : Asma Juga Terkait Dengan Kestabilan Emosi”

  1. Bisa mohon info alamat praktek dr.Angela Mayasari Kardjito saya ingin mengkonsultasikan anak saya yang saat ini menderita asma .
    Terima Kasih.

  2. Pagi, apakah sekarang masih prakter di
    dr. Angela Mayasari, Praktek di RS William Booth, , jl Raya Diponegoro 34, Surabaya

  3. Pagi..
    Apakah masih praktek di
    dr. Angela Mayasari, Praktek di RS William Booth, , jl Raya Diponegoro 34, Surabaya

Comments are closed.