Article

Artikel Tentang Puasa dan Spirit Ramadhan

Ramadhan ditunggu dan dinanti, dikeluhkan dan dihindari. Ramadhan adalah bulan paling fenomenal diantara kalender Hijriah umat muslim. Tanpa Ramadhan, umat senantiasa sulit diingatkan secara serentak. Ramadhan adalah pengingat, alarm Tuhan, “jeweran” Tuhan dan kasih sayang Tuhan pada umat muslim di seluruh jagad raya ini. Inilah beberapa artikel tentang Puasa dan Spirit Ramadhan.

Puasa dan detoksifikasi adalah pengetahuan kuno. Selama berabad-abad puasa telah dijalankan manusia sebagai ibadah dalam berbagai agama. Puasa telah menjadi terapi penyembuhan paling tua dalam sejarah pengobatan manusia. Di nusantara, puasa juga dijadikan sebagai upaya untuk mengasah kesaktian, ketajaman batin dan masuk dalam dilatasi waktu. Bahkan ilmuwan dan cendekiawan masa lalu seeperti Socrates, Hippocrates, Galen , Plato maupun Phytagoras juga melakukan puasa untuk kesehatan dan mempertajam daya pikir mereka.

Puasa sering disalahkaprahkan sebagai upaya manusia menahan lapar pada waktu tertentu. Puasa ditinjau dari aspek kesehatan adalah sebuah upaya detoksifikasi(proses pengeluaran zat-zat yang memiliki sifat toksin atau racun dari dalam tubuh). Dengan demikian puasa mendorong manusia untuk menjadi lebih sehat. Bukan hanya fisik saja tapi juga batin.

Spirit Ramadhan Bagi Umat Muslim di Tanah Air – Memasuki Bulan Ramadhan umumnya umat muslim telah mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya. Dari mulai bersih-bersih rumah, bahkan kadang sampai memindahtempatkan beberapa perabot rumah tangga agar suasana rumah lebih terasa fresh dan kondusif untuk menyambut bulan suci. Dan karenanya ibadah yang dilaksanakan menjadi terasa lebih ringan serta enjoy. Tidak terasa berat karena suasana rumah yang berantakan ataupun kotor. Memang, Ramadahan selalu memberi nuansa tersendiri bagi umat muslim. Meskipun sehari-harinya keadaan dan lingkungan rumah selalu rapi dan bersih, Tapi terasa ada suasana yang menspirit untuk menjadikan lebih baik lagi dan lebih kondusif lagi.

Tidak hanya soal kebersihan dan ketenangan suasana rumah yang jadi perhatian. Namun juga fisik dan mental. Karena bagi umat muslim, ibadah Ramdahan mungkin merupakan ibadah yang terberat dan sangat kental dengan aturan-aturan agama agar nilai-nilai ibadah menjadi sempurna dan sebisanya tiada kesalahan yang dilakukan untuk mencapai apa yang dinamakan dengan istilah KEMENANGAN.

Mengenalkan Spirit Ramadhan Bagi Anak-Anak – Spirit Ramadhan bahkan tak hanya terjadi pada orang dewasa ataupun remaja. Anak-anakpun tampak bersemangat menyambutnya. Di pondok- pondok pesantren, di komplek perumahan, sampai kampung-kampung, anak-anak Muslim ramai-ramai berbaris sambil melakukan atraksi seperti memukul beduk kecil, gendang, bambu, dll. Ada juga yang sambil menyanyikan lagu-lagu pujian, bershalawat dan menyerukan orang untuk berpuasa dan bangun sahur. Di Mesjid-mesjid anak-anak Muslim kadang ikutan membantu kakak-kakaknya mengatur jamaah shalat, membantu membaca iqamat (doa setelah Adzan), atau sekedar bershalawat guna menunggu waktu tarawih pertama mereka di bulan Ramadhan. Spirit yang begitu tinggi membuat nuansa Ramadhan menjadi meriah seperti layaknya menyambut Hari Raya atau perayaan lainnya.

Namun bagaimana sebenarnya kita mengenalkan spirit Ramadhan pada anak-anak tersebut? Khususnya yang masih dibawah umur?

Menu Sehat Berbuka Puasa dan Sahur – Bagaimana memilih menu sehat berbuka puasa dan sahur selama menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan?  Kebanyakan orang memiliki kecendrungan makan berlebihan di bulan puasa

Catatan Akhir Ramadhan – Bulan suci ini akan segera pergi meninggalkan umat yang merinduinya sepanjang perjalanan tahun. Ramadhan selalu memiliki catatan tersendiri, kenangan dan kebahagiaan tersendiri bagi yang memulyakannya. Ramadhan juga memiliki catatan dan kengerian tersendiri bagi sebagian orang yang tak siap menyambutnya. Semua berpulang pada hakikat keimanan masing-masing, yang sejatinya bukan kita penentunya. Tapi biarlah Tuhan yang Maha Tahu, Maha Melihat, dan Maha segalanya. Tak seharusnya mereka yang sudah mendapat karunia hidayah lahir bathin, mengecam saudara-saudaranya yang masih tertatih merasakan nuansa Ramadhan. Ataupun mereka yang bahkan memilih berlari tiap kali Ramadhan datang di depan pintu.

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker