Bronis Ubi Ungu Ala Wied Harry

NO-GUILT BLUE POTATO BROWNIES [NO-BAKE / BAKED]
TanpaTepung, TanpaTelur, TanpaGula, TanpaLemakTrans, TanpaMinyakSawit, TanpaBahanSintetis

Dari minggu lalu si bungsu minta dipandu bikin roti panda [rendah gluten]. Baru hari Minggu 19/3/2017 petang terlaksana. Sekalian nunggu roti ngembang, tangan nganggur, ada ubi jalar ungu dari pasar sehat Sabtu kemarin, jadilah tangan latah bikin Bronis Ubi Ungu.

BAHAN:
500 g ubi jalar ungu kupas, kukus hingga empuk, lumatkan*
200 g tepung kacang mete / kenari**
6 sdm cokelat bubuk: cacao powder [lebih baik] atau cocoa powder
100 g kismis / sultana [kismis kuning] atau sale pisang, iris-iris tipis***
3-6 sdm madu alam murni, tergantung rasa manis ubi
2 sdm minyak kelapa murni****
1/4-1/2 sdt garam
Topping:
75 g kacang mete cincang kasar atau kenari

Cara Membuat:
[1] Olesi 2 loyang 16x16x6 cm dengan minyak kelapa, alasi kertas roti. Sisihkan.
[2] Campur seluruh bahan hingga rata. Ratakan adonan dalam 2 loyang. Taburkan kacang mete/kenari di atas adonan, tekan-tekan hingga melesap ke dalam adonan.
[3A] NoBake: Tutup dengan plastik lengket [cling/plastic wrap]. Simpan 2-4 jam dalam lemari es hingga mengeras. Keluarkan dari loyang, potong-potong. Sajikan sejuk.
[3B] Baked: Panaskan oven 170 oC selama 5 menit. Tutup loyang berisi adonan dengan kertas aluminium [aluminium foil]. Panggang dalam oven 15-20 menit. Buka kertas aluminium, panggang lagi 5-7 menit hingga kacang mete/kenari kecokelatan, angkat. Setelah hangat, keluarkan dari loyang. Taruh di atas rak kue hingga hangat/dingin. Potong-potong, sajikan.

CATATAN WIED HARRY:
*Ubi jalar ungu: Berlimpah kandungan antioksidan kuat betasianin dan betaksantin, lebih mudah diserap tubuh setelah ubi dimasak [sama dengan antioksidan likopen dalam tomat]. Selain memiliki manfaat antiaging [menghambat penuaan] dan rejuvenating [meremajakan], antioksidan ubi ungu juga berguna meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka – termasuk “luka batin”, meningkatkan distribusi oksigen dalam darah, dll.
**Tepung kacang mete/kenari: Jemur kacang mete/kenari hingga kering renyah, sisihkan hingga dingin. Grinder halus hingga “mawur”, jaga jangan sampai lengket/bergumpal.
***Kismis/sultana: Pada dasarnya dapat diganti dengan kurma yang telah dibuang bijinya. Hanya saja, rasa bronis menjadi manis monoton. Rasanya bronis akan lebih segar menggigit jika ditambahkan 1/2 – 1 sdt air jeruk lemon lokal.
****Minyak kelapa murni: Menggunakan minyak kelapa buatan sendiri, dengan metode semifermentasi. Santan hanya dimasak dalam waktu 30 menit di atas api kecil-sedang sudah menghasilkan minyak kelapa.