Detoksifikasi Kuantum Membersihkan Pikiran

Detoks Kuantum membersihkan pikiran adalah upaya dan cara baru manusia modern mengatasi masalah kesehatan. Proses detoks kuantum adalah menemukan kembali cara-cara kuno yang telah dilakukan leluhur manusia ribuan tahun yang lalu.

Dikutip dari buku ‘Clean’, Penulis Alejandro Junger, MD, Penerbit Qanita

Timur, Barat, Stres: Menurut tradisi pemeliharaan kesehatan di masa lampau, ketika kondisi dalam pikiran berubah, kondisi dalam tubuh pun berubah. KESELARASAN DALAM TUBUH SANGAT BERGANTUNG PADA KESEIMBANGAN PIKIRAN. Di India, KATA “AMMA” MERUJUK PADA SEMUA TOKSIN, BAIK FISIK MAUPUN MENTAL, YANG TERAKUMULASI dan menyebabkan penurunan kondisi kesehatan. Sebagian besar praktisi kedokteran Timur mengetahui bahwa dengan menolong pasien membangun kesadaran yang bersih atau murni, keteraturan tubuh pun tercipta sebagai refleksi dari keselarasan tersebut.

Kedokteran Barat pun sebenarnya mengetahui hubungan antara pikiran dan tubuh. Ilmuwan dapat mengamati dan mengukur bagaimana respon stres mengubah biokimia tubuh (respon stres lawan-atau-lari membanjiri tubuh Anda dengan kortisol) dan juga mengubah perilaku (seperti mendorong Anda untuk memiliki kebiasaan makan dan tidur yang tidak sehat). Setiap dokter yang bekerja sif di ruang gawat darurat dapat mengatakan kepada Anda bahwa UGD di hari Senin pagi kerap dipenuhi oleh banyak pasien serangan jantung dan stroke. Hari Senin merupakan pergantian waktu dari keadaan bersenang-senang dan beristirahat menjadi penuh tekanan dan kekhawatiran terkait pekerjaan.

Dari sudut pandang kedokteran integratif atau openminded, kita bisa menggabungkan dua pemahaman tersebut dan menyatakan bahwa stres, amarah, atau kekecewaan BERSIFAT SANGAT KOROSIF sehingga perasaan-perasaan itu terkadang harus MUNCUL sebagai gejala fisik untuk menarik perhatian Anda. Pikiran-pikiran stres ini menemukan jalan menuju bagian tubuh Anda yang paling lemah dan mulai mengganggu fungsinya. [Catatan Wied Harry: Korosif = berkarat. Kira-kira setara maknanya dengan “menggerogoti”.]

Karena semua alasan ini, detoksifikasi tidak hanya terbatas pada aspek toksisitas yang dapat kita lihat, sentuh, atau ukur. DETOKSIFIKASI JUGA BERARTI MENGHILANGKAN PIKIRAN DAN PERASAAN NEGATIF, SERTA MELEPASKAN HUBUNGAN, EMOSI, PEKERJAAN NEGATIF, ATAU BAHKAN PEMERINTAHAN YANG TOKSIK. Konsep ini lebih dalam daripada sekadar membersihkan tubuh dan memaksimalkan fungsi hati. DETOKS MELIBATKAN MEDITASI DAN PROSES MEMBERSIHKAN SERTA MENENANGKAN PIKIRAN. Apa yang kita temukan adalah bahwa DETOKSIFIKASI DI TINGKAT FISIK MEMBANTU DETOKSIFIKASI KUANTUM, DAN SEBALIKNYA.

Program Clean memberikan peluang untuk mengubah sejumlah pola dalam beberapa minggu. Ini mencakup PERUBAHAN POLA PIKIR. Apabila beberapa rintangan terbesar yang menyerang kita adalah toksin kuantum berupa stres dan benak yang selalu dipenuhi pikiran, salah satu tindakan terpenting yang dapat kita lakukan untuk mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik adalah mengikutsertakan DETOKSIFIKASI KUANTUM: membersihkan sampah toksik yang memenuhi pikiran setiap hari, dan memperoleh kembali sebagian kesadaran yang hilang dan telah membiarkan otak dipenuhi berbagai pikiran.

Kini, setiap orang tampak terkesan dengan gagasan bahwa kita harus selalu berpikir positif. “BERPIKIR POSITIF” merupakan tujuan seisi alam semesta ini. Tetapi, kendati berpikir positif jauh lebih menyenangkan daripada berpikir negatif, BERPIKIR POSITIF JUGA BISA MENYITA PERHATIAN KITA, energi kehidupan kita, dan JIKA BERLEBIHAN AKAN MENYEBABKAN PENYAKIT ATAU MENCEGAH PENYEMBUHAN. Dengan memusatkan perhatian pada masa sekarang, menenangkan dan menjernihkan pikiran Anda, baik dari pikiran-pikiran positif maupun negatif, akan membuat energi tersedia untuk hal-hal lain selain memunculkan pikiran-pikiran tersebut.

Ulasan  Wied Harry:

Meditasi merupakan cara untuk menenangkan dan menjernihkan pikiran, kita didorong untuk memusatkan perhatian pada masa sekarang ini. Salah satu teknik meditasi yang mudah dilakukan adalah seperti yang diajarkan Bapak Merta Ada dan para asisten di Bali Usada Meditation. Kita disarankan duduk nyaman bersila, punggung tegak relaks, kedua telapak tangan diletakkan syahdu di pangkuan – tangan kanan di atas tangan kiri dan kedua ujung ibujari dipertemukan, pejamkan mata, pancarkan aura cinta kasih dan energi kebahagiaan, kemudian bernapaslah seperti biasa – dan, pusatkan pikiran Anda pada irama alami napas keluar-napas masuk. Rasakan saja irama alami napas Anda, tanpa perlu mengatur panjang-pendeknya napas. Nikmati meditasi senyaman waktu Anda – seberapapun lamanya: 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam, atau lebih lama.

Penulis buku ini menyebutkan bahwa dalam banyak hasil penelitian disebutkan meditasi yang dilakukan secara teratur dapat memperbaiki kesehatan fisik. Lebih lanjut ia menulis: “Saat bermeditasi, TERJADI PENURUNAN SENYAWA KIMIA TUBUH TERKAIT STRES DAN [PADA SAAT BERSAMAAN] HORMON KEBAHAGIAAN PUN DILEPASKAN. Tubuh pun mendapatkan kesempatan untuk istirahat dan melakukan proses penyembuhan.” Tampak sebegitu mudah mekanismenya.

Bagaimana pola makan yang menenangkan, sekaligus memudahkan kita memusatkan pikiran? Hindari –minimal batasi– asupan makanan hewani dan juga makanan-minuman-bumbu industri/pabrikan [awetan/kalengan/botolan/instan/sejenisnya]. Makanan hewani sarat dengan kandungan hormon kortisol pemicu stres. Makanan-minuman-bumbu kemasan mengandung bahan-bahan sintetis, bahkan cenderung berlebihan jenis dan mungkin jumlahnya. Bahan-bahan sintetis yang ditambahkan tersebut terlalu membebani organ-organ detoks, terutama hati/liver dan ginjal, serta mengganggu koneksi otak sehingga menyulitkan kita untuk dapat berpikir jernih dan damai. Untuk itu, utamakan makanan nabati segar, terutama bahan pangan lokal – karena memiliki ikatan karbon yang serasi dengan tubuh kita. Khususnya buah-buahan segar dan sayur-sayuran segar mentah, akan jauh lebih baik jika organik – sebab pangan organik memiliki kandungan enzim [zat biogenik] lebih berlimpah.

Beras merah, beras hitam, polongan-polongan dan biji-bijian [kacang merah, kacang hijau, kacang tolo, kedelai putih/hitam, tempe-tahu, wijen putih/hitam, kenari, kacang mete] kaya vitamin B, yang juga bersifat menenangkan.