Film Gifted : Anak Genius – Berkah atau Kutukan?

Memiliki anak genius bisa menjadi berkah tetapi juga bisa menjadi kutukan. Perbedaan antara hasrat mengeksploitasi dan memaksimalkan kegeniusan seorang anak amat sangat tipis.

Film Gifted (2017) yang disutradarai Marc Webb mengangkat persoalan ini dengan sangat bagus.

Film Gifted : Anak Genius - Berkah atau Kutukan?Cerita ini dimulai dengan adegan saat gadis kecil berusia tujuh tahun, Mary Adler, yang ogah-ogahan ketika dipaksa pamannya bersekolah. Adler hidup bersama pamannya di sebuah kota kecil di Florida dan memilih belajar sendiri di rumah. Sejak bayi Adler telah ditinggalkan oleh ibunya yang tewas bunuh diri. Sementara, ayah kandung Adler tidak ketahuan ujung rimbanya.

Adler seorang anak genius dalam matematika. Bicaranya sangat kritis. Adler juga anak yang penyendiri. Ia tidak suka bermain dengan kawan-kawan sebayanya. Ia lebih suka berkhayal dengan angka-angka dan melahap buku-buku tebal. Pergaulannya praktis hanya sebatas dia bersama paman, seekor kucing, dan tetangganya, perempuan dewasa berkulit hitam.

Frank berpikir, Adler harus berskolah harus bergaul dengan anak-anak sebayanya, agar menjadi seorang anak yang “normal”. Ia tidak ingin Adler bernasib buruk seperti ibunya yang genius dalam matematika tetapi kesepian dan menderita sehingga memilih bunuh diri.

Akan tetapi gadis kecil ini tidak menyukai kehidupan yang normal. Ia tidak suka dengan kawan-kawan dan pelajaran di sekolah yang dianggapnya bodoh. Secara atraktif ia menunjukkan kebosanannya di sekolah pada saat gurunya mengajarkan berhitung yang baginya sangat sepele. Gadis mungil ini juga suka berbicara kasar, bahkan pada orang yang lebih tua. Beruntung ia mendapatkan seorang guru yang bisa dengan cepat mengidentifikasi kegeniusan Adler.

Pada saat sang paman berusaha menyembunyikan kegeniusan Adler dan berusaha menjadikannya sebagai anak normal, nenek Adler berusaha mengambil alih pengasuhannya. Ia menginginkan Adler agar dididik menjadi seorang genius matematika. Ia bahkan tidak segan-segan membawa kasus ini ke pengadilan untuk merebut pengasuhan Adler dari anaknya sendiri.

Di sini perdebatan sengit terjadi: mana yang lebih baik mendidik anak genius supaya menjadi orang yang benar-benar super dalam bidangnya ataukah menjadikan dia sebagai anak yang “normal’?

Film Gifted sangat bagus ditonton oleh para orangtua dan para pendidik.

Kita boleh iri pada ibu guru yang dengan cepat bisa mengindentifikasi kebutuhan khusus muridnya dan bisa segera menyesuaikan diri dengan kekhususan muridnya itu.

Ini akan tidak mudah selama guru atau sistem persekolahan menganggap murid sebagai gerombolan manusia seragam, tidak mau mengenali dan mengembangkan anak secara individual.Selamat menyaksikan film gifted edisi 2017.

Catatan : Bambang Wisudo adalah Direktur Sekolah Tanpa Batas