Wawancara

Ning Harmanto : Herbal Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri

Ning Harmanto adalah Herbalis, Hipnoterapis dan Penulis

Ning Harmanto, Wawancara, Kabarsehat.com, Kesehatan & Penyembuhan Holistik
Ning Harmanto

Dalam 10 tahun terakhir, upaya “back to nature ” bukan saja telah menjadi trend di Barat tapi juga di Indonesia. Salah satu pelaku yang turut mendorong penggunaan herbal di Indonesia adalah Ning Harmanto. Mengupayakan bagaimana tanaman obat yang terdapat di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk kesehatan masyarakat.

Selain dikenal sebagai herbalis , Ning Harmanto adalah seorang hipnoterapis dan penulis. Wanita yang senang berbaju ungu ini adalah seorang Ibu  dari 3(tiga) anak dan telah memiliki seorang cucu.

Saat ini Ning Harmanto  adalah Presiden Direktur PT. Mahkotadewa Indonesia, sebuah perusahaan lokal yang memproduksi produk herbal dan telah mendapat sertifikasi secara nasional dan internasional.

Penyembuhan herbal adalah salah metode penyembuhan kuno. Sejarah pemanfaatan herbal dalam proses penyembuhan dapat ditelusuri mulai dari   India , Mesir , Yunani  dan  Cina Kuno. Berdasarkan sejarah yang tercatat , penggunaan herbal telah digunakan masyarakat nusantara sejak abad 5 . Lalu  sampai  dengan abad 19 telah menjadi metode pengobatan utama sebelum akhirnya digantikan oleh metode pengobatan medis barat yang mendominasi  hingga saat ini.

 

Untuk memahami bagaimana “passion”  dari  Ning Harmanto terhadap dunia herbal maka Andre Birowo dan Sayuri Yosiana dari kabarsehat.com melakukan wawancara dengannya. Semoga antusiasme dari Ning Harmanto dan pelopor herbal di Indonesia lainnya mampu menjadi pemicu kemajuan  dunia herbal di Indonesia. Dengan demikian penggunaan herbal mampu menjadi alternatif terhadap metode penyembuhan  medis barat, dengan metode penyembuhan yang lebih murah , alamiah dan meminimalkan efek samping.

Sejak kapan Ibu Ning Memulai bisnis herbal? Bagaimana memulainya? Apakah memulai dengan klinik herbal atau memproduksi herbal terlebih dahulu?
Memulai bisnis herbal sejak th 1999, memulainya dari Kelompok Wanita Tani Bunga Lili, diawali dengan memproduksi herbal terlebih dahulu baru kemudian membuat klinik herbal dan mendirikan perusahaan PT.Mahkotadewa Indonesia.

Mengapa memilih Herbal? Apakah pengetahuan Herbal di wariskan dari orang tua atau karena belajar? Bagaimana kualitasnya di Banding Herbal Cina , dll.
Memilih herbal karena bahan bakunya tersebar luas dan berlimpah di seluruh Indonesia. Pengetahuan herbal diperoleh dari orang tua, keluarga dan belajar sendiri. Kualitas herbal Indonesia kalau ditekuni nggak kalah dengan China.

Mengapa Ibu Ning yakin bahwa Herbal tidak memiliki efek samping? Bukankah efek samping juga mungkin saja terkait dengan pengolahan dan campuran herbal tsb? Apakah tidak ada kesulitan mendaftarkan produk herbal ke departemen kesehatan?
Efek samping menggunakan herbal hampir tidak ada kalau mengolah dan menggunakannya sesuai dengan aturan. Awalnya mendaftarkan ke Badan POM Sulit karena aturan mainnya rumit, sekarang bisa lebih mudah karena sudah pengalaman dan mempunyai tenaga apoteker dan dokter yang bisa mendukung legalitas produk herbal.

Penyakit-penyakit jenis apa saja yang dapat di sembuhkan dan di cegah dengan herbal? Apakah produk Herbal telah menjadi pesaing terhadap obat-obat medis yang sudah ada sekarang atau produk herbal hanyalah komplementer/pelengkap?
Penyakit yang bisa disembuhkan dengan herbal hampir semua penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat/kronis, seperti kanker, diabetes, liver, darah tinggi, alergi, asam urat flu, pilek, gangguan lambung dll. Produk herbal bisa menjadi pengganti obat medis sekaligus bisa juga melengkapi obat-obatan medis yang sudah ada.

Sudah berapa jenis produk herbal yang di buat oleh Ibu Ning? Bagaimana respon masyarakat terhadap produk tersebut dari tahun ke tahun?
Produk saya ada kurang lebih 65 macam, respon masyarakat cukup bagus dari tahun ketahun mengalami peningkatan.

Bagaimana prosesnya sehingga PT. Mahkotadewa Indonesia dapat meraih sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (Manajemen Keamanan Pangan Internasional) ?
Dibantu oleh Departemen Pertanian dan kami mau bekerja keras untuk mendapatkan legalitas keamanan pangan Internasional.

Untuk penjualan produk Herbal apa hanya secara Online atau juga membuka outlet-oulet? Sudah memiliki berapa outlet? Apakah penjualannya sudah merata ke seluruh penjuru Indonesia?
Kami menjual produk herbal secara Online maupun Offline dengan membuka klinik2 atau outlet di beberapa Mall di Jabodetabek, sudah memiliki 10 outlet.

Bagaimana respon masyarakat terhadap Klinik Herbal Ibu Ning ? Apakah masyarakat lokal saja atau juga mereka dari luar Indonesia?

Tanggapan masyarakat bagus, baik dari dalam maupun luar negeri, antara lain dari  Australia, Malaysia, Singapore, Eropa,dan Amerika..

Penyakit-penyakit apa saja yang dapat ditangani Klinik Herbal Ibu Ning? Dalam pengobatan pasien, Klinik Herbal Ibu Ning menggabungkan herbal / jamu dengan hypnotherapy , terapi / pijat buka syaraf dan didukung oleh tenaga medis (dokter). Dapat dijelaskan mengapa mengambil konsep di atas?
Kami mengambil konsep East meet West, terapi pengobatan medis konvensional (diagnose) digabung dengan tradisional. Jadi mendiagnose penyakit menggunakan ilmu kedokteran lalu menggunakan obat herbal atau terapi tradisional (pijit buka syaraf dan hipnoterapi).Pasien diberi kebebasan memilih terapinya.

Bagaimana produk herbal Ibu Ning di bandingkan dengan produk herbal lainnya dan juga produk-produk Herbal dari Cina?
Produk herbal saya tentunya mempunyai keunggulan-keunggulan dibanding obat herbal lain, sebaliknya produk herbal lain mungkin punya keunggulan lain. Yang pasti produk herbal kami mempunyai legalitas standard Nasional maupun Internasional. Kami bersyukur dipercaya masyarakat luas baik dari dalam maupun luar negeri. Tentunya kita harus banyak belajar dari China, karena mereka sudah lebih maju dibanding Indonesia, karena perhatian pemerintah lebih maksimal.

Siapakah yang pertamakali memberi julukan kepada  Ibu Ning sebagai Ratu Herbal Indonesia? Bagaimana rasanya mendapat julukan tersebut, misalnya sebagai bentuk tanggung jawab.
Yang menjuluki saya Ratu Herbal Indonesia pertama kali adalah teman-teman  di dunia maya, lewat beberapa milis di mana saya juga ikut nimbrung. Kalau wartawan Trubus menjuluki saya Ratu Mahkotadewa. Sebagai tanggung jawab, tentunya saya harus fokus mengembangkan dan mencintai herbal. Berjuang sekuat tenaga.

Apakah harapan Ibu Ning terhadap produk Herbal Indonesia, juga harapan terhadap pemerintah , dokter medis dan dunia kesehatan Indonesia soal produk herbal ini.

Harapan saya produk herbal Indonesia akan bisa memasyarakat ke seluruh penjuru tanah air bahkan ke seluruh dunia.

Kami berharap pemerintah mau lebih peduli membantu pengembangan herbal melalui berbagai penelitian. Herbal Indonesia bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Harapan lainnya kalangan medis mau mempercayai khasiat herbal kita dan meresepkan untuk pasien-pasiennya setidaknya bisa memberi kebebasan pasien untuk memilih.

Masih adakah hal-hal yang ingin di sampaikan tentang produk herbal?
Produk herbal Indonesia dicintai, dipercayai dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat Indonesia dan dunia.

Public Search Term:
sejarah mahkota dewa

Berikan Rating?

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close