You are currently viewing Sapujagad: Ramuan Herbal Menghambat Replikasi Virus dan Menyehatkan Ginjal
Ramuan Sapujagad

Sapujagad: Ramuan Herbal Menghambat Replikasi Virus dan Menyehatkan Ginjal

Kita bersyukur bahwa pada akhir tahun 2022 PPKM telah dicabut oleh Preseden Jokowi sehingga masyarakat lebih leluasa beraktifitas pada tahun 2023 ini. Hanya yang perlu diperhatikan adalah bahwa kita harus menghadapi kipi dari vaksinasi.

Masyarakat yang pernah vaksin dengan platform adenovirus perlu berhati-hati, kerana dampaknya baru muncul setelah beberapa minggu vaksin hingga setahun setelah vaksinasi.

Untuk mencegah replikasi dari adevirus dan kerusakan yang ditimbulkannya dalam tubu terdapat sebuah ramuan herbal yang dapat diakses siapa saja,yang terdiri dari 1 jari kencur, 3 batang sereh, 1 jari lengkuas, 7 bilah peka ,1 jari kunir putih/temu mangga, 3 siung bawang merah dan 1 sendok makan Pulosari.

Semua direbus dengan air 7 gelas menjadi 6 gelas, untuk 6 orang , diminum satu Minggu sekali. Ramuan tersebut diberi nama sapujagad dan merupakan karya dr. Sidi Aritjahya, herbalis dari kota Semarang dan Yogya.

Dalam keterangan dilaman sosmednya dokter Sidi menjelaskan bahwa proses penemuan ramuan ini tidak seketika begitu saja butuh proses penelitian berbulan-bulan sebelum mempublikasikannya kepada publik. Sebenarnya bisa saja penemuan ini dipatenkan atau dirahasiakan tapi dokter Sidi lebih senang membagikan resepnya ini kepada masyarakat.

Lewat resep yang bersumber dari herbal yang banyak tumbuh di nusantara dan mudah didapat semoga masyarakat dari berbagai kalangan dapat memanfaatkan dampak dari virus dan masalah kipi dari vaksin.