Tanya Jawab Wied Harry ::Diet, Pola Makan Sehat dan Food Combining

Wied HarryTanya Jawab Wied Harry tentang diet, pola makan sehat dan Food Combining dengan penjelasan yang cukup detail.

TANYA:
Bapak, saya bete abis. Baru aja jalanin FC tapi udah dikuliahin panjang lebar sama senior. Sebagian dari mereka yang “berkuasa” pada ngotot FC itu BUKAN DIET, tetapi pola makan sehat? Jadi, apa bedanya ya antara diet dan pola makan? Bukannya itu makhluk yang sama; bedanya: satunya Inggris dan satunya lagi Indonesia.

Katanya lagi, FC itu bukan diet karena harus dilakukan sepanjang hidup. Beda dengan diet yang cuma dilakukan sesaat saja.

JAWAB:
Anda benar. Secara harafiah, diet berarti pola makan. Mau pola makannya tertib mau pola makannya amburadul, itu diet. Diet alias pola makan adalah kebiasaan makan yang dilakukan berulang secara terus-menerus. Jika si A terbiasa menikmati menu harian nasi + ikan asin + sambal tanpa sayuran, sedangkan si B kebiasaannya makan lauk hewani + salad sayuran; keduanya itu adalah diet alias pola makan. Bedanya, si A dietnya alias pola makannya kurang sehat, si B jauh lebih sehat.

Namun dalam lingkup (menjaga) kesehatan, diet dimaknai sebagai *pengaturan* pola makan. Jadi, mengatur pola makan untuk kepentingan mana pun, itu namanya diet. Misalnya mengatur pola makan untuk menurunkan berat badan atau menaikkan berat badan, mengatur pola makan untuk mengatasi hipertensi atau gangguan kesehatan lainnya, mengatur pola makan 30 hari menjelang pernikahan, mengatur pola makan selama hamil; itu semua namanya diet. Jadi, Food Combining pun termasuk diet juga. Sooo, kenapa harus alergi dengan sebutan diet untuk FC?

Pemahaman bahwa diet itu sesaat dan bukan terus-menerus, pikiran itulah yang justru harus diubah! Karena banyak orang hanya mau gampangnya saja. Contohnya: diet hipertensi. Hanya melakukan diet alias mengatur pola makan jika hipertensinya kambuh. Setelah hipertensinya teratasi, balik ‘ngaco’ lagi pola makannya. Padahal, tertib makan alias pengaturan pola makan itu ‘kan seharusnya dilakukan terus-menerus sepanjang hayat jika mau tetap sehat. Demikian pun dengan Food Combining. Kesimpulannya, diet yang mana pun ya harus dilakukan tertib dan berkelanjutan sebagai bagian dari gaya hidup.