Article

Tentang Kemelekatan

Oleh Kathleen McDonald

Kemelekatan atau nafsu keinginan adalah menginginkan sesuatu dan tidak ingin terpisah darinya. Yang mendampingi munculnya kemelekatan ini adalah praduga salah, bahwa setelah memiliki apa pun yang kita inginkan , kita akan mencapai kepuasan: inilah sebabnya kemelekatan menimbulkan masalah.

Kemelekatan sulit di deteksi dan bahkan lebih sulit lagi untuk dipersalahkan; kita mengira inilah jalan menuju kebahagiaan dan kepuasan. Akan tetapi pemenuhan nafsu keinginan adalah kotoran batin; nafsu keinginan menuntun kearah lebih banyak nafsu keinginan lagi, bukan kepuasan.

Kita mungkin bisa melihat betapa kemelekatan pada alkohol, narkotika, atau uang membawakan masalah dan bukan kebahagiaan , tetapi kita mungkin akan bertanya-tanya apa salahnya terikat pada orang-orang. Bukankah hidup akan kosong dan hambar tanpa sanak keluarga dan teman-teman?

Pertanyaan ini muncul karena kita mencampuradukkan kemelekatan dengan kasih sayang.

Kemelekatan berhubungan dengan kebutuhan saya, kebahagiaan saya, sedangkan kasih sayang adalah sikap yang tidak egois, memperhatikan kebutuhan dan kebahagiaan mahluk lain.

Seringkali, kasih sayang kita bercampurbaur dengan kemelekatan karena kita tidak merasa cukup dan aman atas diri kita sendiri. Dan mencoba menemukan kesempurnaan pada diri orang lain. Akan tetapi jika suatu hubungan melibatkan kemelekatan , masalah pasti akan muncul. Kita menjadi bergantung pada perasaan senang dan kenyamanan  hubungan itu, serta kemudian menderita apabila terjadi perubahan.

Kebahagian yang sejati dan abadi hanya dapat dijumpai dalam diri Anda, dan kita tidak akan menemukannya selama kita bersandar dengan pasrah pada orang lain.

Suatu hubungan yang bebas dari pemahaman yang tidak realistis akan bebas dari kekecewaan, konflik  iri hati, dan masalah lain, serta akan merupakan lahan subur bagi perkembangan kasih saying dan kebijaksanaan.

Mengatasi kemelekatan bukanlah berarti menjadi bersikap dingin dan acuh tak acuh. Sebaliknya, pembebasan berarti belajar untukmengendalikan pikiran dengan santai melalui pemahaman akan penyebab sebenarnya dari kebahagian dan kesempurnaan dan ini memungkinkan kita menikmati hidup lebih baik, dan lebih sedikit penderitaan yang harus dihadapi.

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker