Touch For Health – Berbasis Fisika Kuantum

Touch for Health bertujuan memampukan manusia untuk menolong diri sendiri dalam hal memelihara kesehatan secara holistik, dengan cara menyelaraskan energi tubuh dengan tujuan – tujuan hidup sehingga sikap fisik dan mental berfungsi dengan baik. Kekacauan energi tubuh disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain sikap tubuh (posture) yang tak seimbang, pengaruh polusi, sinar listrik dan elektromagnetis, makanan yang tidak organik lagi, tekanan hidup modern yang selalu menuntut perubahan, dan stres karena berbagai masalah pribadi, ekonomi, politik, dan bencana alam sehingga daya tahan tubuh menurun.

Touch for health
Touch for health

Indonesia rawan dengan berbagai macam penyakit menular , seperti ISPA, TBC, malaria, demam berdarah, HIV/AIDS, flu burung, dan penyakit lain — seperti diabetes, hipertensi, sakit jantung, stroke, alergi, dan lain-lain. Semua ini lebih mudah terjadi pada mereka yang mengalami kekacauan energi. Untuk itu sangat diperlukan suatu solusi masa kini dan mendatang yang sederhana, alami, efektif, ┬ádan murah. Dengan dua tangan saja dan pengetahuan buku ini, kita dapat menyeimbangkan energi dan mengaktifkan daya sembuh dari dalam diri sebagai usaha pencegahan, penyembuhan, dan rehabilitasi yang manjur dan dapat dilakukan dimana saja tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Elisabeth Demuth(Yayasan Kinesiologi Indonesia)

Walaupun buku Touch for Health sudah di publikasikan pada tahun 1973, kami harus menunggu hingga ditemukannya(dipopulerkannya) Teori Fisika Kuantum yang memberikan penjelasan tentang apa yang kita praktikan melalui Touch for Health selama ini, Touch for Health menggunakan apa yang dapat disebut tes otot “pre” dan “post”. Kami melakukan test pada otot (pretest), kemudian “menyentuh” beberapa bagian dari tubuh(keseimbangan) dan melakukan uji ulang (posttest) akan keadaan otot dan mencatat semua perubahan sikap tubuh. Perubahan-perubahan ini tidak hanya terjadi secara fisik semata, tetapi juga melibatkan mental dan sikap emosional seseorang.

Penjelasan berdasarkan pengetahuan Fisika Klasik dengan hukum sebab-akibatnya tidak dapat menjelaskan ilmu Touch for Health dengan lebih baik sebagaimana memprediksi kapan sebuah atom yang di sinari dengan energi akan meradiasikan energi tersebut ke sekitarnya.

Sangatlah tidak mungkin menjelaskan dengan pengetahuan fisika klasik, asal-usul dari leukemia, penyakit obstruktif saluran pernafasan yang menahun, pertambahan usia, atau bagaimana manusia berpikir. Demikian juga tidaklah mungkin menjelaskan bagaimana pikiran kita dapat bermanifestasi melalui tubuh kita.

Fisika klasik melihat atom dan elektron sebagai bola golft mini yang saling menolak satu dengan lainnya. Kita tahu bahwa partikel ini (atom dan elektron) dapat dijelaskan sebagai ‘kecendrungan’. Pada suatu saat mereka cenderung untuk bersifat dan berfungsi sebagai gelombang dan pada saat yang lain bersifat sebagai partikel. Jika mereka berdiri sendiri dapat berfungsi sebagai gelombang-gelombang probability(kemungkinan berbagai bentuk gelombang).

Amati itu maka akan tampak bahwa gelombang bisa kolaps dan membentuk partikel, Bila kita melakukan sejumlah observasi maka terbentuklah pola-pola yang berfungsi sebagai gelombang. Jadi, setiap renik partikel akan menunjukkan kecenderungan menjadi gelombang bila tidak diamati dengan cermat dan akan tampak sebagai partikel bila diamati.

Apa hubungan ini semua dengan Touch for Health? Dengan cara yang sama pada saat mengamati sesuatu dalam Fisika akan mengubah pola yang tampak secara total dan radikal, dari suatu kemungkinan menjadi kepastian, jadi kesadaran kita sebenarnya secara terus menerus mengamati bidang energi yang disebut tubuh. Jadi , segala hal yang kita perbuat –makan, bergerak, tidur, atau melihat —merupakan bagian dari proses perubahan kuantum dari sesuatu yang hanya merupakan kemungkinan menjadi sesuatu yang nyata melalui arus kegiatan sadar yang mampu mengubah pikiran maupun tubuh. Dalam kenyataannya, seluruh kehidupan berfungsi seperti pola kuantum sebagaimana juga kesadaran berfungsi dalam pola kuantum pada tubuh kita.

Touch for Health menggunakan otot sebagai bio-feedback. Kita ketahui sekarang bahwa otot adalah tempat di mana terjadi interaksi antara tubuh dan pikiran.

Pengantar Touch for Health oleh Bruce A,J. Dewe, MD (1989)